Sering Insomnia? Hati-Hati Bisa Terkena Alzheimer

Sesorang yang sulit tidur dalam satu malam, bisa menunjukkan adanya protein yang lebih tinggi dari tingkat normal pada otak dan memberi tanda adanya penyakit alzheimer. Pada orang yang berulang kali gagal mendapatkan tidur malam yang baik, konsentrasi amyloid-beta dapat terbentuk dan bisa menjadi salah satu faktor munculnya penyakit alzheimer. Penyakit ini adalah bentuk paling umum dari demensia dan penyebab utama kematian keenam untuk orang-orang kategori lansia.

Para peneliti menemukan, orang-orang yang mendapatkan tidur malam yang baik, memiliki tingkat amyloid-beta dalam cairan tulang belakang mereka sekitar 6 persen lebih rendah di pagi hari dibanding saat sebelum tidur. Orang-orang yang tetap terjaga sepanjang malam tidak mengalami perubahan tingkat amyloid-beta.

Hati-hati bagi Anda yang kurang tidur dalam kesehariannya karena menurut banyak penelitian ternyata kebiasaan tersebut banyak menimbulkan risiko gangguan kesehatan, termasuk alzheimer.

Baca juga : Jangan Melakukan Diet Keto dan Diet Puasa (Intermittent Fasting). Kenapa Begitu?

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, tepatnya di Maryland yang melibatkan sekitar 6.000 perempuan, terkonfirmasi bahwa orang yang tidur kurang dari tujuh jam dalam setiap malamnya memiliki risiko 47 persen terserang alzheimer dibandingkan dengan orang yang relatif lebih banyak tidurnya di malam hari.

Selain itu, banyak ahli yang menyatakan bahwa kekurangan tidur sangat berkaitan erat dengan beberapa penyakit kronis seperti darah tinggi, obesitas, hipertensi, diabetes, dan kanker.

Durasi Normal Tidur Berdasarkan Usia

Dari tahun 1985 – 2006 terlihat tren meningkatnya orang yang kurang tidur dari minimal 6 – 7 jam dalam setiap malamnya. Hal tersebut tentu dapat dimaklumi karena berbagai alasan yang sangat berkaitan erat dengan kondisi kehidupan modern seperti tuntutan pekerjaan, jam bisnis yang panjang, ataupun tingkat stres seseorang.

Dalam sebuah jurnal penelitian yang diterbitkan pada tahun 2008 silam, disebutkan bahwa ketika kelompok usia muda dan lansia diminta berada di tempat tidur selama 16 jam dalam keadaan gelap setiap hari dalam beberapa hari, diketahui hasilnya bahwa peserta lansia membutuhkan waktu 7,5 jam untuk tidur.

Sedangkan peserta muda relatif membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tidur yakni selama 9 jam. Dari data penelitian tersebut terungkap bahwa kebutuhan tidur kalangan muda lebih banyak karena aktifitas kesehariannya yang lebih padat dibandingkan dengan kelompok lansia.

Sedangkan untuk usia dibawah kelompok muda, anak-anak pra-sekolah membutuhkan waktu tidur 11 jam dalam setiap hari, anak usia sekolah membutuhkan waktu 10 jam, remaja 9 jam, dan dewasa antara 7-8 jam.

Baca juga : Makan Sebelum Tidur Memang Nikmat, Namun Ini Bahaya yang Bisa Anda Dapatkan

Proses Timbulnya Alzheimer

Bahaya kurang tidur ternyata tidak hanya rentan menyebabkan penyakit kanker pada seseorang. Namun, ada bahaya lain yang mengintai yakni risiko terserang alzheimer. Direktur Unit Penelitian Kesehatan Tidur Loughborough University, Profesor Kevin Morgan, mengatakan bahwa orang yang mengalami sedikit tidur akan mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh.

Sementara Profesor Neurology Washington University Dr Yo-El Ju menyatakan bahwa orang yang lebih banyak memiliki waktu terjaga di tempat tidur memiliki risiko mengalami plak yang tinggi. Plak ini disebabkan oleh adanya penumpukan protein di otak yang diduga bisa menyebabkan kerusakan sel otak, bentuk yang ada pada alzheimer biasanya tertimbun selama 10 – 15 tahun. Dr Yo-El Ju menyatakan bahwa semua orang harus menjaga kualitas tidurnya untuk meminimalisir terkena penyakit alzheimer ini.

Tidur yang berkualitas bukanlah terletak pada seberapa lama seseorang tidur melainkan tidur dan bangun dalam jam yang sama setiap harinya. Tidur yang terbaik terjadi ketika seseorang menunjukkan sinyal mengantuk yang besar.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari Love Sehat seputar tips dan info kesehatan di sini.