Pemanis Buatan Pengganti Gula Pasir. Amankah?

Pemanis Buatan Pengganti Gula Pasir. Amankah?

Jika Anda pergi ke supermarket banyak pilihan pemanis yang tak terhitung jumlahnya, baik dalam kategori gula sesungguhnya dan pemanis buatan. Anda juga akan melihat banyak pemanis yang menjadi bahan makanan yang dikonsumsi.

Semakin meningkatnya jumlah orang yang terkena penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, stroke, hingga diabetes, Anda perlu semakin hati-hati dengan apa yang dikonsumsi. Salah satu jenis bahan makanan yang menjadi momok adalah gula. Konsumsi gula yang berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan di kemudian hari meningkatkan risiko timbulnya gangguan kesehatan.

Baca juga : Susah Konsentrasi? Coba Makanan Ini Untuk Bantu Anda Lebih Fokus

Apa itu pemanis buatan?

Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), pemanis buatan adalah jenis pemanis yang bahan bakunya tidak dapat ditemukan di alam dan dihasilkan melalui proses kimiawi. Contoh dari pemanis buatan adalah aspartam, siklamat, sukrolosa, dan sakarin. Jenis pemanis buatan ini biasa digunakan pada makanan olahan seperti sirup, soda, selai, hingga makanan khusus yang ditujukan bagi penderita diabetes atau makanan khusus diet. Jika Anda melihat suatu produk memiliki label sugar free, cobalah cek komposisinya. Biasanya ada tambahan pemanis buatan di dalamnya.

Pemanis buatan sudah diatur batas penggunaannya oleh BPOM. Contohnya aspartam, batas konsumsinya per hari adalah 40 mg/kg. Artinya jika berat badan Anda 60 kg, maka batas konsumsi aspartam Anda dalam sehari adalah 2400 mg.

Kelebihan Pemanis Buatan

Pada pemanis buatan, mayoritas tidak memiliki kalori. Atau kalaupun mengandung kalori, jumlahnya sangat sedikit. Jenis pemanis buatan yang mengandung kalori adalah golongan pemanis yang berasal dari alkohol seperti manitol, sorbitol, dan xylitol. Dengan jumlah kalori yang sedikit bahkan hampir tidak ada, pemanis buatan sering digunakan dalam produk yang dikhususkan bagi mereka yang sedang diet.

Selain itu pemanis buatan cenderung tidak meningkatkan kadar gula darah, karena memang bukan termasuk karbohidrat. Berbeda dengan gula pasir yang termasuk golongan karbohidrat dan dapat memicu kerja insulin ketika dikonsumsi. Maka pemanis buatan sering pula ditemukan dalam produk khusus bagi penderita diabetes.

Amankah Pemanis Buatan Dikonsumsi Setiap Hari?

Pemanis buatan rendah kalori bisa digunakan sehari-hari dalam makanan Anda. Biasanya pemanis rendah kalori ini digunakan dalam makanan dan minuman olahan (processed food) termasuk soft drinks, powdered drink mixes, permen, puding, makanan kaleng, selai, jelly, produk susu, dan banyak makanan dan minuman lain.

Baca juga : Bawa Bekal Untuk Makan Siang ke Kantor, Selain Bisa Mengikuti Suasana Hati Juga Sehat dan Bersih

Efek Samping Pemanis Buatan

Meski cenderung memiliki kandungan kalori yang lebih rendah, beberapa orang tetap takut menggunakan pemanis buatan karena dianggap dapat meningkatkan risiko kanker.

Akan tetapi, para ahli dari National Cancer Institute menyatakan bahwa belum terdapat bukti ilmiah bahwa pemanis buatan yang disetujui tersebut bisa menyebabkan kanker ataupun masalah kesehatan lainnya.

Selain itu, banyak hasil penelitian lainnya yang membuktikan pemanis buatan secara umum aman bila dikonsumsi sesuai anjuran bahkan pada wanita hamil sekalipun. FDA (Badan pengendalian makanan dan obat Amerika yang setara dengan BPOM di Indonesia) juga mengakui bahwa pemanis buatan aman untuk digunakan sebagai pengganti gula.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari Love Sehat seputar tips dan info kesehatan di sini.