Mengatasi Stres, Minimalkan Risiko Stroke (Part 1)

Stres selalu hadir dalam hidup. Anda perlu mahir cara mengatasi stres pikiran. Bila tidak, stres dapat memicu beragam penyakit termasuk stroke.

Dalam kehidupan sehari-hari tampaknya setiap orang sangatlah sulit menepis stres. Hadirnya stres mau tidak mau sebetulnya telah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja Anda harus mahir mengendalikannya. Karena kalau tidak Anda akan memiliki beragam penyakit, seperti darah tinggi, penyakit jantung hingga stroke.

Apa yang dimaksud dengan stres?

Stres merupakan kondisi atau keadaan yang dapat membuat seseorang merasa tertekan dan tidak nyaman.  Setiap orang bisa mengalami stres dalam berbagai sisi kehidupan mulai dari keluarga, pekerjaan, sekolah, dan lainnya.

Kondisi stres dapat diakibatkan berbagai hal bisa dari dalam dan luar dari diri kita. Stres bisa datang kapan dan di mana saja dan dapat menyerang siapa saja. Misalnya saat Anda menghadapi macet di jalan sementara sudah harus meeting. Kondisi demikian membuat Anda cemas dan khawatir. Atau, bisa jadi Anda sedang memikirkan kondisi pekerjaan yang terlalu berat dan menjadi beban pikiran Anda.

Gejala stres adalah gelisah, pusing, cemas, irama jantung bergerak cepat, keringat, mual,  dan lainnya.

Memang bagi siapapun tampaknya sulit menghindari stres. Namun bila Anda dilanda stres jangan biarkan mendekam dalam tubuh terlalu lama. Saat dilanda stres sebetulnya ada mekanisme organ tubuh dapat memunculkan hormon korstison. Hormon ini diketahui dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan menghambat aliran darah pada bagian otak.

Stres Mengakibatkan Berbagai Penyakit Fisik

Yang menjadi masalah apabila stres terus hadir dalam hidup seseorang akan menimbulkan problem kesehatan. Stres yang tidak diatasi  dengan baik dapat menyebabkan berbagai penyakit. Karena itu biasanya bagi pengidap penyakit kardiovaskular, misalnya hipertensi, arteriklerosis, kolesterol tinggi, diabetes, bila memiliki stres kronis dapat menyebabkan stroke.

Adanya stres tidak hanya meningkatkan beban kerja jantung semata, stres dapat menyebabkan penurunan daya ingat. Stres ternyata dapat menyebabkan saraf bekerja lebih lambat dalam memberikan respon. Dalam beberapa kasus stres dapat menjadi penyebab penyakit  Alzheimer.

Selain itu stres dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke pada seseorang. Penyakit stroke adalah kondisi di mana pasokan darah ke otak terhambat karena adanya penyumbatan dan pecahnya pembuluh darah.

Stres Penyebab Stroke

Dalam suatu penelitian di Fakultas Kedokteran Universitas Harvard, menemukan adanya peningkatan aktivitas pada  amiglada –bagian dari otak yang berfungsi untuk mengelola  emosi di antaranya rasa takut dan marah terkait dengan stres yang tidak teratasi.

Penelitian yang dipublikasikan jurnal The Lancet ini, menyatakan adanya sinyal-sinyal dari amiglada  ke area sumsum tulang akan memproduksi lebih banyak sel-sel darah putih. Berikutnya hal ini akan menimbulkan peradangan arteri yang perlahan dapat mengakibatkan serangan jantung dan stroke.

Karena itu penting bagi para dokter untuk memperhatikan amiglada ini sebagai  indikator adanya gejala-gejala penyakit kardiovaskular. Stres emosional sudah lama dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (CVD), yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Namun bagaimana itu terjadi, selama ini belum dipahami dengan baik.

Karena itu, para ahli jantung  pada pasien-pasien yang mengatakan bahwa pasien-pasien yang memiliki risiko terkena penyakit kardiovaskular, harus mewaspadai stres penyebab stroke. Namun begitu mereka juga mengatakan penelitian harus dilakukan lebih lanjut untuk mengkonfirmasi rantai penyakit ini.

Aktivitas yang terlalu tinggi pada Amigdala atau jaringan saraf dalam otak yang bertanggung jawab pada emosi, naluri bertahan hidup, dan memori akan mengakibatkan seseorang mudah terserang sakit jantung dan stroke.

Info berikut tentang  10 cara Anda mengatasi stres, Anda dapat menyimak artikel ke Part 2 (Mengatasi Stres,  Minimalkan Risiko Stroke Part 2).