Atasi Diabetes dengan Puasa “Intermittent Fasting”

Atasi Diabetes dengan Puasa "Intermittent Fasting"

Diet puasa intermittent (Intermittent Fasting) menjadi tren terbaru untuk menurunkan berat badan. Testimoni akan efektivitas diet yang membolehkan kita makan apa saja pada waktu tertentu ini membuat banyak orang tertarik mencobanya. Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan BMJ Case metode diet puasa intermiten juga mampu mencegah penyakit diabetes tipe dua.

Bagi Anda yang memiliki diabetes, mungkin dilema bagaimana puasa intermittent fasting bisa mengatasi diabetes. Berkurangnya asupan makanan, gula darah pun bisa menurun drastis. Jika Anda tidak makan, tingkat gula darah Anda akan turun di bawah kisaran normal, kondisi ini bisa menyebabkan hipoglikemia.

Meski ada beberapa risiko, intermittent fasting tetap membawa manfaat untuk pasien diabetes. Berikut manfaat yang perlu Anda ketahui :

Baca juga : Jus Seledri Baik Untuk Tubuh, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

Glukosa lebih teratur

Ketika Anda sudah berpuasa, tubuh mengalami banyak perubahan. Perubahan yang paling besar adalah saat menggunakan serta mengolah energi yang akan digunakan. Pada awalnya, tubuh memang menggunakan glukosa sebagai energi utama. Namun, ketika gula tersebut habis, tubuh akan mulai memecah cadangan lemak untuk dijadikan energi.

Jika lemak terus-terusan digunakan sebagai energi, bukan tidak mungkin berat badan Anda akan menurun. Penurunan berat badan ini bisa memengaruhi kerja tubuh dalam mengatur kadar gula darah, kolesterol darah, hingga tekanan darah.

Itu sebabnya, puasa diketahui memiliki manfaat sebagai salah satu cara mengendalikan kadar gula darah.

Menjaga kesehatan organ-organ tubuh

Manfaat intermittent fasting juga bisa membawa pengaruh baik pada sebagian besar organ tubuh Anda, termasuk untuk orang diabetes.

Pada umumnya, tubuh Anda menyimpan glukosa untuk berjaga-jaga. Glukosa simpanan ini disebut glikogen yang tersimpan di hati Anda. Glikogen membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk digunakan. Apabila Anda berhenti makan dalam waktu yang cukup panjang, tubuh akan mulai membakar lemak sebagai pengganti glikogen tadi.

Pembakaran lemak ini menghasilkan energi dan mengistirahatkan hati dan pankreas Anda. Hati dan pankreas adalah kedua organ tubuh yang bertugas untuk memproduksi insulin sebagai hormon pengatur gula darah.

Meningkatkan kedisiplinan

Salah satu manfaat intermittent fasting untuk pasien diabetes adalah meningkatkan kedisiplinan dalam mengonsumsi obat.

Pola makan dan konsumsi obat yang lebih teratur inilah yang membuat mereka lebih disiplin daripada saat tidak menjalankan intermittent fasting. Dengan begitu, kontrol gula darah bisa menjadi lebih baik.

Baca juga : Ketahui Besaran Kalori Menu Sarapan Khas Orang Indonesia

Bagaimana Intermittent Fasting Bisa Sembuhkan Diabetes?

Kadar gula darah pada pengidap diabetes dapat dijaga agar tetap stabil dan kembali pada batas normal. Saat tidak berpuasa, makanan ditampung dan dicerna dalam lambung selama 4 jam. Kemudian akan diserap oleh usus selama 4 jam. Jadi sekitar 8 jam lambung, usus, termasuk pankreas tidak berhenti bekerja. Jika dalam sehari seseorang makan 3 kali, organ-organ tersebut hampir tidak ada waktu untuk beristirahat.

Intermittent fasting akan memberikan jeda bagi organ-organ tersebut waktu sekitar 4 jam untuk merenovasi, memperbaiki, dan meregenerasi sel-sel yang rusak. Saat berpuasa terjadi perubahan pada asam amino yang terakumulasi dari makanan. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein, lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel-sel baru.

Proses regenerasi ini juga akan sangat efektif saat seseorang berpuasa. Saat tidak berpuasa, energi akan terfokus pada proses pencernaan. Sedangkan saat berpuasa, energi akan berfokus pada regenerasi sel-sel baru secara total. Termasuk sel pankreas.

Ingin hidup Anda lebih sehat dan bahagia? Dapatkan update terbaru dari Love Sehat seputar tips dan info kesehatan di sini.