Anak Alami Autisme, Terapi Okupasi di Rumah Solusinya

Anak Alami Autisme, Terapi Okupasi di Rumah Solusinya

Autis adalah gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai dengan adanya gangguan dan keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi sosial. Autis merupakan penyakit yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan demikian, banyaknya penyebab autis maka terapi okupasi bisa diberikan untuk membantu memulihkannya. Dalam penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan terapi okupasi yang sesuai dengan kebutuhan penderita. Terapi okupasi yang ideal harus sesuai dengan kondisi imunopatobiologis (sistem imun yang bermasalah pada tubuh) yang sering berbeda pada penderita autis.

Kesedihan dan kepanikan ketika anak divonis menderita autis, seringkali membuat orang tua mencoba berbagai cara, obat, dan suplemen yang menawarkan bisa menyembuhkan autisme. Sebaiknya untuk perawatan pada anak, lakukan penyembuhan secara tepat dengan terapi okupasi.

Baca juga : Mengenal Ragam Terapi yang Dapat dilakukan di Rumah

Jenis – jenis Terapi Okupasi

Terapi okupasi umumnya menekan pada kemampuan motorik halus, selain itu terapi okupasi juga bertujuan untuk membantu penderita autisme agar dapat melakukan kegiatan keseharian dengan normal, aktifitas produktif dan pemanfaatan waktu luang.

Terapi okupasi terpusat pada pendekatan sensori atau motorik dan kombinasi untuk memperbaiki kemampuan anak merasakan sentuhan, rasa, bunyi, dan gerakan. Terapi juga meliputi permainan dan keterampilan sosial, melatih kekuatan tangan, genggaman, kognitif dan mengikuti arah.

Terapi okupasi memiliki beberapa jenis, yaitu terapi okupasi aktivitas keseharian. Terapi ini dilakukan agar anak dapat memenuhi kebutuhan fisik dari dirinya sendiri. Terapi okupasi mengajarkan cara makan, merawat barang-barang pribadi, buang air, mandi serta menjaga kesehatan diri sendiri. Terapi okupasi aktivitas mengajarkan anak dalam kelangsungan hidupnya seperti memasak, berpakaian, berbelanja dan ikut menjaga lingkungan hidup.

Selain itu, ada terapi okupasi latihan kerja. Tujuan dari terapi latihan kerja ini adalah membantu anak autisme untuk terlibat dalam pekerjaan di tengah masyarakat sehingga dapat berguna bagi dirinya sendiri dan orang lain. Dan yang terakhir ada terapi waktu luang. Terapi ini membiasakan anak untuk mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bisa mengasah minat dan bakat yang dimiliki.

Baca juga : 4 Manfaat Terapi Okupasi untuk Orang Tua

Panggil Terapi Okupasi ke Rumah

Terapi okupasi bisa dilakukan di beberapa tempat, seperti rumah sakit, pusat rehabilitasi dan rumah pasien (home visit). Di Indonesia, tidak semua rumah sakit menyediakan terapi okupasi karena jumlah tenaga ahli yang mampu memberikan pelayanan ini masih terbatas. Itu sebabnya, sebelum memutuskan untuk melakukan terapi ini, konsultasi dulu ke dokter agar mendapatkan rujukan tempat melakukan terapi okupasi yang tepat dari dokter.